Blog – Virto Office | Sewa Kantor Surabaya

3 Startup Unicorn Alami Pemberitaan Buruk, Inilah Cara Mereka Menghadapinya

Ikhtisar

Dalam seminggu terakhir, kita telah melihat tiga startup unicorn di Asia Tenggara, yaitu GO-JEK, Grab, dan Traveloka, secara berturut-turut mengalami pemberitaan yang buruk di media massa.

Pemberitaan tersebut memang tidak berkaitan secara langsung dengan produk yang mereka hadirkan, melainkan lebih kepada sikap dari karyawan dan para petinggi mereka. Meski begitu, hal ini tetap berpengaruh terhadap citra dari perusahaan yang tengah mereka bangun.

Khusus untuk Traveloka, pemberitaan (yang sebenarnya tidak tepat) tersebut bahkan sampai berujung pada ajakan untuk memboikot aplikasi mereka.

Bagaimana cerita sebenarnya hingga mereka sampai terkena pemberitaan buruk tersebut? Bagaimana strategi ketiga startup tersebut dalam menghadapinya? Apa yang harus dilakukan seorang founder startup ketika pemberitaan buruk terjadi? Mari kita simak penjelasan berikut.


Dua karyawan GO-JEK mencibir para mitra pengemudi

Menurut pantauan Tech in Asia Indonesia, sejak tanggal 9 November 2017 yang lalu, mulai beredar video tentang dua orang perempuan yang mencibir mitra pengemudi GO-JEK.

Bagaimana berita buruk itu berawal?

Pihak GO-JEK kemudian secara resmi mengakui bahwa kedua perempuan tersebut memang merupakan karyawan mereka. GO-JEK pun menyatakan bahwa video tersebut tidak mewakili sikap GO-JEK, dan kedua karyawan tersebut telah mengutarakan penyesalan dan permintaan maaf.

Merasa tak cukup dengan hal itu, GO-JEK kemudian mengambil langkah tegas dengan memberhentikan kedua karyawan tersebut. Hal ini mereka lakukan demi mempertahankan reputasi perusahaan di mata para mitra pengemudi dan pengguna.


CMO Grab dianggap bersikap terlalu keras terhadap agensi iklan

Cheryl Goh, CMO Grab

Di saat yang hampir bersamaan, Grab pun mengalami pemberitaan buruk terkait CMO mereka, Cheryl Goh.

Bagaimana berita buruk itu berawal?

Hal ini pun memicu debat yang cukup panjang terkait sikap Grab kepada agensi di kolom komentar, yang hingga berita ini ditulis masih bisa kamu simak.

Sebagian pembaca menganggap bahwa Grab bersikap terlalu keras, bahkan cenderung tidak menghargai hasil kerja agensi. Sedangkan sebagian yang lain menganggap bahwa apa yang dikatakan Goh merupakan masukan untuk para agensi agar membenahi kualitas layanan mereka.


CTO Traveloka dituduh memprotes Gubernur DKI Jakarta

Berbeda dengan GO-JEK dan Grab, Traveloka justru tidak melakukan tindakan apapun, namun mereka tetap saja mendapat pemberitaan buruk. Hal ini bermula dari acara perayaan ulang tahun ke 90 Kolese Kanisius, salah satu sekolah terkenal di Jakarta, yang berlangsung pada tanggal 11 November 2017 yang lalu.

Bagaimana berita buruk itu berawal?

Exit mobile version