Google Indonesia baru-baru ini secara resmi telah memperluas fungsi pengenalan bahasa dalam fitur voice input mereka dengan bahasa Jawa dan bahasa Sunda. Fitur ini sudah dapat diakses ke sejumlah layanan Google meliputi Google App, mesin pencari Google Search, dan aplikasi keyboard virtual untuk mobile, Gboard.
Product Communication Google Indonesia Putri Silalahi mengungkapkan bahwa kemunculan fitur ini merupakan komitmen Google untuk terus memperkaya pengalaman user, terutama dari kalangan pengguna daerah yang secara signifikan terus menunjukkan peningkatan.

Putri menjelaskan bahwa Indonesia termasuk sebagai salah satu dari sekian negara dengan pertumbuhan pengguna voice search terbesar di dunia. Sejak fitur voice search dalam bahasa Indonesia diperkenalkan pada tahun 2015, pertumbuhan penggunaannya disebut-sebut lebih tinggi lima puluh persen di atas angka pertumbuhan global.
“Setelah voice search bahasa Indonesia diperkenalkan, berikutnya kita melihat bahwa pengguna sebagian besar memanfaatkan pencarian bahasa daerah di Google,” jelas Putri. Ia kemudian memperlihatkan bahwa di Google Trend, diagram pencarian kata dalam bahasa Jawa dan Sunda terus menunjukkan tren peningkatan yang cukup tinggi.
Diperkuat teknologi neural machine translation
Dua bahasa lokal yang terdeteksi paling sering digunakan dalam kolom pencarian ini lah yang kemudian menjadi pertimbangan Google untuk ditambahkan ke layanan mereka.
“Agar internet semakin inklusif dan berguna bagi banyak orang, hambatan seperti bahasa adalah sesuatu yang perlu diatasi,” ungkap Technical Program Manager untuk tim Speech and Keyboard Google Daan van Esch.

Pria yang terlibat dalam kegiatan riset voice search di kantor Google Mountain View, California ini menjelaskan bahwa perkembangan teknologi penelusuran bahasa berbasis machine learning saat ini sudah bisa menyempurnakan pemahaman mereka sendiri seiring dengan semakin seringnya teknologi tersebut digunakan.
Teknologi yang dikenal dengan nama Neural machine translation ini merupakan pengembangan terkini dari metode translasi bahasa phrase-based statistical. Tidak hanya Google, teknologi yang sama pun juga dimanfaatkan oleh Microsoft untuk pengembangan fungsi penelusuran suara di Skype Translator dan Microsoft Translator Live.
Gaet universitas lokal untuk kebutuhan input linguistik
Untuk menambahkan bahasa Jawa dan Sunda ke dalam layanan penelusuran suara dan voice input mereka, Google telah menggandeng tiga perguruan tinggi Indonesia seperti Universitas Sanata Dharma, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Universitas Gajah Mada.
Lewat bantuan penutur asli dari masing-masing bahasa, Google mengumpulkan contoh percakapan dan mengenali frasa yang umum digunakan di daerah. Proses tersebut dilakukan untuk melatih Neural machine translation agar lebih akurat dalam mengenali kalimat yang diucapkan pengguna.

Meskipun akurasi penelusuran bahasa Jawa dan Sunda ini belum sepenuhnya dikatakan sempurna karena kendala pengenalan dialek, kalimat yang mengandung slang, dan sebagainya, namun pihak Google meyakinkan bahwa penyempurnaan layanan ini akan terus dilakukan secara bertahap seiring makin seringnya digunakan oleh masyarakat Indonesia.
Dengan masuknya bahasa Jawa dan Sunda, layanan Google saat ini telah mendukung sedikitnya 119 bahasa yang bisa dipilih untuk digunakan di berbagai pelosok penjuru dunia.
Sumber : techinasia













