{"id":1421,"date":"2018-02-10T14:16:48","date_gmt":"2018-02-10T07:16:48","guid":{"rendered":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/?p=1421"},"modified":"2018-02-10T14:16:48","modified_gmt":"2018-02-10T07:16:48","slug":"6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\/","title":{"rendered":"6 Kesalahan Fatal dalam Influencer Marketing yang Wajib Kamu Hindari"},"content":{"rendered":"<p><em>Influencer marketing<\/em> boleh jadi terkesan simpel. Dibandingkan metode tradisional yang formal, <strong>beriklan lewat <em>influencer<\/em> cenderung bernuansa lebih kasual, longgar, tapi dampak yang dihasilkan tak main-main<\/strong>. Metode relatif baru ini terbukti dapat mendatangkan audiens dan <em>conversion<\/em> dalam jumlah besar.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/neilpatel.com\/blog\/influencer-marketing-mistakes\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Efektivitas <em>influencer<\/em><\/a> tak lepas dari sifat konsumen modern yang cenderung kebal terhadap iklan. Mereka lebih suka membaca testimoni daripada promosi. Apalagi bila testimoni itu datang dari figur publik yang mereka kagumi. Sosok <em>influencer<\/em> (disebut juga <em>personality<\/em>) yang \u201cmerakyat\u201d dan apa adanya dianggap lebih terpercaya.<\/p>\n<p>Tapi simpel bukan berarti mudah. Justru karena tidak formal, <strong><em>influencer marketing<\/em> rawan terkena berbagai masalah fatal<\/strong>. Malah karena\u00a0sangat efektif, hal buruk yang terjadi bisa dengan cepat viral dan menjadi bumerang bagi perusahaan. Pastikan kamu terhindar dari hal-hal berikut.<\/p>\n<hr \/>\n<h3><em>Influencer<\/em> tidak sesuai dengan <em>brand value<\/em><\/h3>\n<p>Bagian tersulit dari <em>influencer marketing<\/em> adalah menemukan pihak\u00a0yang sesuai dengan <em>brand<\/em> perusahaanmu. Berbeda dari pemasaran formal, <strong>pemasaran\u00a0lewat <em>influencer<\/em> artinya seluruh kepribadian orang tersebut akan dianggap sebagai \u201cwajah\u201d perusahaan<\/strong>. Ini masalah serius, bahkan bisa menjadi bahaya laten tanpa kita sadari.<\/p>\n<p>Contoh kasus misalnya <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/user\/PewDiePie\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PewDiePie<\/a>. Pada tahun 2017 lalu, kreator di YouTube nomor satu dunia itu sempat membuat video yang <a href=\"http:\/\/variety.com\/2017\/digital\/news\/youtube-cancels-pewdiepie-pulls-ads-death-to-jews-1201987810\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengandung candaan ofensif<\/a> terhadap kaum Yahudi. Meski sifatnya hanya lelucon, video tersebut mengundang masalah besar.<\/p>\n<p>Salah satu sponsor yang mendukung PewDiePie adalah Disney. Sekarang bayangkan bila kamu berada dalam posisi Disney. Maukah kamu memiliki \u201cwajah\u201d perusahaan yang terkait dengan <em>image<\/em> pro-Nazi? Tentu tidak, bukan?<\/p>\n<blockquote><p>Seluruh kehidupan <em>influencer<\/em> adalah bagian dari iklan yang ia lakukan, dan dalam kehidupan itu bisa saja ada kesalahan.<\/p><\/blockquote>\n<p>Disney pun memutus kontrak dengan PewDiePie segera setelah video itu muncul. Diikuti dengan YouTube yang membatalkan rencana produksi film serial <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Scare_PewDiePie\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Scare PewDiePie<\/em><\/a>, dan Google yang menarik kanal PewDiePie dari program <a href=\"https:\/\/www.thinkwithgoogle.com\/products\/google-preferred\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Google Preferred<\/a>.<\/p>\n<p>Masalah seperti ini sangat sulit dicegah, karena bagaimana pun juga <em>influencer<\/em> hanya manusia. Berbeda dengan model iklan biasa yang cukup tampil sempurna di depan kamera. Seluruh kehidupan <em>influencer<\/em> adalah bagian dari iklan yang ia lakukan, dan dalam kehidupan itu bisa saja ada kesalahan.<\/p>\n<p>Lebih parah lagi, kesalahan bisa terjadi kapan saja, baik di masa lalu ataupun masa depan. Karier figur publik ternama bisa rusak karena kelakuan jelek yang ia lakukan tiga puluh tahun lalu (ya, saya berbicara tentang <a href=\"http:\/\/www.bbc.com\/news\/entertainment-arts-41884878\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kevin Spacey<\/a>). Di internet skandal sangat mudah menyebar, dan begitu menyebar tidak dapat ditarik lagi.<\/p>\n<p class=\"paragraph-attachment\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-236844\" src=\"https:\/\/d26bwjyd9l0e3m.cloudfront.net\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/Coffee-Spilt-over-Papers-Photo.jpg\" alt=\"Coffee Spilt over Papers | Photo\" width=\"1100\" height=\"618\" data-action=\"zoom\" \/><\/p>\n<p>Ini masih ditambah dengan masalah relevansi. Kamu mungkin menemukan <em>influencer<\/em> yang sangat hebat, tapi ia tidak relevan dengan audiens bisnismu. Meminta seorang bintang sepak bola untuk merepresentasikan produk teknologi di pasar B2B, misalnya, jelas tidak sesuai.<\/p>\n<p>Mencari <em>influencer<\/em> yang benar-benar bersih, serta sesuai dengan nilai-nilai dan <em>brand<\/em> perusahaan bisa makan waktu sangat lama. Tapi itu wajar saja, karena inilah unsur yang paling menentukan keberhasilan\u00a0<em>influencer marketing<\/em>.<\/p>\n<hr \/>\n<h3>Membayar terlalu murah (atau terlalu mahal)<\/h3>\n<p>Dalam video berjudul <em>How to Leverage Influencer Marketing to EXPLODE Your Business<\/em>, pakar pemasaran Neil Patel membuat pernyataan yang menurut saya sedikit kontroversial. Pernyataan itu berbunyi sebagai berikut:<\/p>\n<blockquote class=\"pull-quote\"><p>Idealnya, jangan membayar untuk <em>influencer marketing<\/em>. Cobalah menawarkan produk atau jasa sebagai imbalan.<\/p>\n<div class=\"quote-author\"><span id=\"author\"> Neil Patel,<\/span> <span id=\"source\"> Founder of KISSmetrics<\/span><\/div>\n<\/blockquote>\n<p>Kalau kamu seorang <em>influencer<\/em>, pernyataan seperti ini mungkin bisa menyinggung perasaanmu. <em>Influencer marketing<\/em> pada dasarnya adalah <em>endorsement<\/em> produk. Wajar dong, kalau kamu <a href=\"https:\/\/www.socialmediatoday.com\/marketing\/dos-and-donts-influencer-marketing\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menerima bayaran<\/a>? Itu benar, tapi pernyataan Neil Patel tidak salah juga.<\/p>\n<p><span class=\"embed-youtube\"><iframe loading=\"lazy\" class=\"youtube-player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/DhOrRQmQ-Z8?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent\" width=\"640\" height=\"390\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\" data-mce-fragment=\"1\"><\/iframe><\/span><\/p>\n<p>Dengan meningkatnya popularitas <em>influencer marketing<\/em>, jumlah <em>influencer<\/em> di pasar juga semakin besar. Terkadang sulit untuk menentukan mana <em>influencer<\/em> bonafide dan mana yang kurang terpercaya. Karena itu, <strong>ada baiknya bentuk imbalan yang kita tawarkan tidak langsung berupa uang, tapi produk\/jasa<\/strong>. Setidaknya di awal kerja sama.<\/p>\n<p>Hal sebaliknya bisa terjadi bila kamu bekerja sama dengan <em>influencer<\/em> yang sudah punya nama besar. <em>Influencer<\/em> seperti ini biasanya memiliki kerja sama dengan agensi tertentu, dan agensi inilah yang akan menghubungimu.<\/p>\n<p>Bekerja lewat agensi artinya ada\u00a0perantara yang mengambil keuntungan. Jadi biaya pemasaran\u00a0yang kamu keluarkan akan membengkak. Jauh lebih baik bila kamu bisa bekerja sama dengan si <em>influencer<\/em> langsung. Tapi bila memang harus lewat agensi, pertimbangkan dahulu apakah <a href=\"https:\/\/www.investopedia.com\/terms\/r\/returnoninvestment.asp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ROI<\/a>-nya memuaskan.<\/p>\n<hr \/>\n<h3><em>Cold outreach<\/em><\/h3>\n<p><em>Cold outreach<\/em> adalah cara melakukan kontak dengan orang lain (<a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Outreach\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>outreach<\/em><\/a>) dengan menggunakan pesan kaku, <em>copy-paste<\/em>, dan tidak personal. Contohnya seperti <em>email<\/em> promosi yang kamu dapat dari situs-situs <em>e-commerce<\/em> setiap hari itu.<\/p>\n<p><em>Cold outreach<\/em> sudah lama menjadi \u201csenjata\u201d dalam bidang <em>marketing<\/em> dan <em>sales<\/em>. Tapi <strong>ketika ingin menawarkan kerja sama, <em>cold outreach<\/em> adalah cara yang sangat tidak efektif<\/strong>.<\/p>\n<p>Seorang <em>influencer<\/em> populer bisa menerima ratusan <em>email<\/em> setiap harinya. Bila kamu hanya memberi <em>email<\/em> yang sifatnya <em>copy-paste<\/em>, apalagi lupa mengganti nama penerima, jangan kaget kalau tidak ada balasan datang.<\/p>\n<div id=\"attachment_236824\" class=\"wp-caption aligncenter paragraph-attachment\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-236824\" src=\"https:\/\/d26bwjyd9l0e3m.cloudfront.net\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/Cold-Email-Example.jpg\" alt=\"Cold Email | Example\" width=\"1100\" height=\"519\" data-action=\"zoom\" \/><\/p>\n<p class=\"wp-caption-text\">Contoh cold outreach menggunakan email | Sumber Gambar: <a href=\"https:\/\/salesfolk.com\/blog\/one-line-never-use-cold-email\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">SalesFolk<\/a><\/p>\n<\/div>\n<p>Seperti sifat <em>influencer marketing<\/em> yang mengedepankan personalisasi, cara kamu mengontak <em>influencer<\/em> pun harus lebih personal. Gunakan bahasa santai, ramah, tapi profesional dan tidak bertele-tele. Singkat, manis, tapi <em>to the point<\/em>.<\/p>\n<p>Ini berlaku juga bagi para <em>influencer<\/em> yang menawarkan <em>endorsement<\/em> pada perusahaan. Jangan hanya memberi pesan <em>copy-paste<\/em>. Tawarkan kelebihanmu pada mereka. Beri alasan mengapa kamu adalah <em>influencer<\/em> yang tepat. Mengirim pesan <em>copy-paste<\/em> adalah cara termudah untuk menunjukkan bahwa kamu tidak serius.<\/p>\n<hr \/>\n<h3>Konten terlalu dibuat-buat<\/h3>\n<p>Konten pemasaran buatan <em>influencer<\/em> <a href=\"https:\/\/www.clickz.com\/influencer-marketing-the-good-the-bad-and-the-ugly\/110545\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tak ubahnya sebuah testimoni<\/a> atau <em>review<\/em> pengguna. Kejujuran adalah daya tarik utamanya. Jadi ketika sebuah konten terkesan tidak jujur, maka si <em>influencer<\/em> akan kehilangan kredibilitas.<\/p>\n<p>Konsumen di era internet sudah lebih pintar. Mereka tahu mana konten yang tulus dan mana konten yang dibuat-buat. Andai pun si <em>influencer<\/em> jelas menyatakan bahwa suatu konten itu bersponsor, kejujuran di dalamnya tetap merupakan kualitas yang harus dijaga.<\/p>\n<p>Cara untuk menjaga agar <em>influencer<\/em> tetap kredibel adalah dengan memberi kebebasan berkreasi padanya. Seorang <em>influencer<\/em>\u00a0pasti lebih tahu konten apa yang disukai audiensnya. <strong>Biarkan ia jadi diri sendiri, menyusun konten sesuai persona yang telah ia bangun<\/strong>, namun dengan <em>brand<\/em> milikmu sebagai landasan.<\/p>\n<blockquote><p>Cara untuk menjaga agar <em>influencer<\/em> tetap kredibel adalah dengan memberi kebebasan berkreasi padanya.<\/p><\/blockquote>\n<p>Contoh praktik yang baik bisa kamu lihat dari <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/user\/Miles923\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Maximillian Dood<\/a>. Kreator di YouTube yang satu ini adalah <em>influencer<\/em> populer di dunia <em>video game<\/em>, terutama <em>game fighting<\/em>. Dalam seri video yang ia sebut \u201c<em>character breakdown<\/em>\u201d, ia akan mengulas tiap karakter dalam sebuah <em>game<\/em> satu per satu, mulai latar belakang, gaya permainan, hingga contoh-contoh <em>combo<\/em>.<\/p>\n<p>Ketika perusahaan Square Enix hendak meluncurkan <em>game fighting<\/em> baru berjudul <em>Dissidia Final Fantasy NT<\/em>, mereka mensponsori Maximillian Dood untuk membuat video-video <em>character breakdown<\/em> dari <em>game<\/em> tersebut. Hasilnya adalah konten yang tidak hanya berkualitas, tapi juga relevan dan menghibur bagi pangsa pasar yang dituju oleh Square Enix.<\/p>\n<hr \/>\n<h3>Salah metrik dan ekspektasi<\/h3>\n<p>Jangan salah mengira bahwa semua <em>influencer<\/em> adalah sama. Kenyataannya, mereka terdiri dari berbagai macam persona, profesi, serta spesialisasi. Secara umum, <em>influencer<\/em> dapat dibagi menjadi empat macam, bisa kamu lihat dalam diagram di bawah.<\/p>\n<div id=\"attachment_236823\" class=\"wp-caption aligncenter paragraph-attachment\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-236823\" src=\"https:\/\/d26bwjyd9l0e3m.cloudfront.net\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/Influencer-Types-Diagram.jpg\" alt=\"Influencer Types | Diagram\" width=\"627\" height=\"807\" data-action=\"zoom\" \/><\/p>\n<p class=\"wp-caption-text\">Tipe-tipe influencer | Sumber Gambar: <a href=\"https:\/\/neilpatel.com\/blog\/influencer-marketing-mistakes\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Neil Patel<\/a><\/p>\n<\/div>\n<p>Sesuaikan ekspektasimu dengan tipe <em>influencer<\/em> yang kamu gaet dan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.clickz.com\/how-can-a-brand-benefit-from-influencer-marketing\/97450\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tujuanmu melakukan pemasaran<\/a>. Bila kamu ingin <em>brand<\/em> lebih dikenal masyarakat luas, carilah <em>buzz builder<\/em> yang mampu menjangkau banyak audiens. Bila kamu ingin rekomendasi kredibel, kamu bisa mengontak selebritas atau kreator konten. Begitu seterusnya.<\/p>\n<p>Kamu juga <strong>tidak boleh terjebak pada <em>vanity metric<\/em><\/strong>. Angka <em>page view<\/em>, jumlah pengunjung, <em>like\/follower<\/em>, unduhan aplikasi, semua ini adalah metrik-metrik yang kurang bermanfaat.<\/p>\n<div class=\"read-also\">\n<div class=\"read-also__image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/d26bwjyd9l0e3m.cloudfront.net\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/Vanity-Metric-Featured.png\" alt=\"read also\" \/><\/div>\n<\/div>\n<p>Memang, bila tujuanmu sekadar agar <em>brand<\/em> dikenal orang, jumlah <em>like\/follower<\/em> bisa jadi ukuran. Tapi jangan berhenti sampai di situ.<\/p>\n<p>Pakar media sosial <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/brianhonigman\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Brian Honigman<\/a> berkata bahwa <strong>kita seharusnya fokus pada apa yang disebut \u201c<em>actionable metric<\/em>\u201d<\/strong>. Sesuai namanya, ini adalah metrik yang bisa mendorongmu untuk melakukan suatu aksi. Metrik-metrik ini bisa menjawab pertanyaan, \u201cApa yang harus saya lakukan?\u201d<\/p>\n<p><em>Actionable metric<\/em> bisa berbeda-beda, tergantung dari platform yang kamu gunakan serta tujuan pemasaranmu. Tapi beberapa di antaranya dapat kamu lihat dalam daftar berikut.<\/p>\n<div id=\"attachment_236825\" class=\"wp-caption aligncenter paragraph-attachment\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-236825\" src=\"https:\/\/d26bwjyd9l0e3m.cloudfront.net\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/Actionable-Metrics-Examples.jpg\" alt=\"Actionable Metrics | Examples\" width=\"827\" height=\"620\" data-action=\"zoom\" \/><\/p>\n<p class=\"wp-caption-text\">Beberapa contoh actionable metric, metrik milikmu mungkin berbeda | Sumber Gambar: <a href=\"https:\/\/www.slideshare.net\/brianthonigman\/nyu-establish-campaign-objectives-applying-metrics\/29-BrianHonigmanExample_Actionable_Metrics_Leads_Time\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Brian Honigman<\/a><\/p>\n<\/div>\n<hr \/>\n<h3><em>Human error<\/em><\/h3>\n<p>Terakhir, karena konten buatan <em>influencer<\/em> umumnya bersifat <em>candid<\/em> (spontan), jangan kaget bila kamu sering menemukan <em>human error<\/em> di dalamnya. <em>Human error<\/em> ini bisa bermacam-macam. Yang paling banyak ditemukan antara lain adalah salah ketik, salah <em>copy-paste<\/em>, salah <em>post<\/em> gambar, dan salah akun.<\/p>\n<blockquote><p>Ketika <em>human error<\/em> terjadi, respons yang terbaik adalah meminta maaf secara terbuka dan melakukan perbaikan.<\/p><\/blockquote>\n<p>Kesalahan-kesalahan seperti ini mungkin terkesan kecil. Maklum, namanya juga manusia, tempatnya salah dan lupa. Tapi kesalahan kecil bila terjadi berulang-ulang akan membuat tingkat kepercayaan audiens terhadap si <em>influencer<\/em> menurun.<\/p>\n<p>Ketika <em>human error<\/em> terjadi, respons yang terbaik adalah meminta maaf secara terbuka dan melakukan perbaikan. Bila dilakukan dengan benar, permintaan maaf itu bahkan bisa membuat audiens semakin menghormati si <em>influencer<\/em>. Mereka jadi tahu bahwa ia adalah orang yang bertanggung jawab dan tak akan lari dari kesalahan.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Dari pembahasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa kunci sukses <em>influencer marketing<\/em> terletak pada satu hal: <strong>kepercayaan<\/strong>. <em>Influencer<\/em> harus bisa menjaga integritas dan kejujuran agar kredibilitasnya di mata audiens tetap tinggi. Begitu pula perusahaan harus percaya pada kreativitas <em>influencer<\/em> dan kemampuannya menarik perhatian audiens.<\/p>\n<blockquote><p>Kunci sukses <em>influencer marketing<\/em> terletak pada satu hal: kepercayaan.<\/p><\/blockquote>\n<p>Mencari <em>influencer<\/em> yang terpercaya tidak mudah. Kamu mungkin perlu menggali rekam jejak seseorang cukup dalam sebelum yakin bahwa ia memang sosok yang tepat untuk menjadi wajah perusahaan.<\/p>\n<p>Sama seperti berinvestasi, <em>influencer marketing<\/em> butuh pertimbangan matang. Tapi jika dilakukan dengan benar, hasilnya akan sangat sepadan. Dan hal itu <a href=\"http:\/\/www.adweek.com\/digital\/this-report-shows-just-how-effective-influencer-marketing-can-be-for-brands\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sudah banyak terbukti<\/a>.<\/p>\n<p>Sumber : Tech in Asia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Influencer marketing boleh jadi terkesan simpel. Dibandingkan metode tradisional yang formal, beriklan lewat influencer cenderung bernuansa lebih kasual, longgar, tapi dampak yang dihasilkan tak main-main. Metode relatif baru ini terbukti dapat mendatangkan audiens dan conversion dalam jumlah besar. Efektivitas influencer tak lepas dari sifat konsumen modern yang cenderung kebal terhadap iklan. Mereka lebih suka membaca [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1422,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[55],"tags":[],"class_list":["post-1421","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profesional"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>6 Kesalahan Fatal dalam Influencer Marketing yang Wajib Kamu Hindari - Blog - Virto Office | Sewa Kantor Surabaya<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"6 Kesalahan Fatal dalam Influencer Marketing yang Wajib Kamu Hindari - Blog - Virto Office | Sewa Kantor Surabaya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Influencer marketing boleh jadi terkesan simpel. Dibandingkan metode tradisional yang formal, beriklan lewat influencer cenderung bernuansa lebih kasual, longgar, tapi dampak yang dihasilkan tak main-main. Metode relatif baru ini terbukti dapat mendatangkan audiens dan conversion dalam jumlah besar. Efektivitas influencer tak lepas dari sifat konsumen modern yang cenderung kebal terhadap iklan. Mereka lebih suka membaca [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog - Virto Office | Sewa Kantor Surabaya\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/sewakantorsurabaya\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-02-10T07:16:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/PewDiePie-Featured.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"675\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dimas Luthfi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dimas Luthfi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dimas Luthfi\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/deccf0f0c2bf12f50b3a9062140e3e87\"},\"headline\":\"6 Kesalahan Fatal dalam Influencer Marketing yang Wajib Kamu Hindari\",\"datePublished\":\"2018-02-10T07:16:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\\\/\"},\"wordCount\":1481,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/02\\\/PewDiePie-Featured.jpg\",\"articleSection\":[\"Profesional\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\\\/\",\"url\":\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\\\/\",\"name\":\"6 Kesalahan Fatal dalam Influencer Marketing yang Wajib Kamu Hindari - Blog - Virto Office | Sewa Kantor Surabaya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/02\\\/PewDiePie-Featured.jpg\",\"datePublished\":\"2018-02-10T07:16:48+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/02\\\/PewDiePie-Featured.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/02\\\/PewDiePie-Featured.jpg\",\"width\":1200,\"height\":675},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"6 Kesalahan Fatal dalam Influencer Marketing yang Wajib Kamu Hindari\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog - Virto Office | Sewa Kantor Surabaya\",\"description\":\"Tips Tips Pengembangan Bisnis | Virtual Office | Meeting Room Surabaya | Virto Office\",\"publisher\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Virto Office\",\"url\":\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/05\\\/logo-png.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/05\\\/logo-png.png\",\"width\":272,\"height\":90,\"caption\":\"Virto Office\"},\"image\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/facebook.com\\\/sewakantorsurabaya\\\/\",\"http:\\\/\\\/instagram.com\\\/virtooffice\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/deccf0f0c2bf12f50b3a9062140e3e87\",\"name\":\"Dimas Luthfi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/95901995e0f6d28257a7a3d0a9405669ba418fcb43eef2a172b0d89c98d7914f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/95901995e0f6d28257a7a3d0a9405669ba418fcb43eef2a172b0d89c98d7914f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/95901995e0f6d28257a7a3d0a9405669ba418fcb43eef2a172b0d89c98d7914f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dimas Luthfi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/dimass.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/sewakantorsurabaya.com\\\/blog\\\/author\\\/dimaszeal\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"6 Kesalahan Fatal dalam Influencer Marketing yang Wajib Kamu Hindari - Blog - Virto Office | Sewa Kantor Surabaya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"6 Kesalahan Fatal dalam Influencer Marketing yang Wajib Kamu Hindari - Blog - Virto Office | Sewa Kantor Surabaya","og_description":"Influencer marketing boleh jadi terkesan simpel. Dibandingkan metode tradisional yang formal, beriklan lewat influencer cenderung bernuansa lebih kasual, longgar, tapi dampak yang dihasilkan tak main-main. Metode relatif baru ini terbukti dapat mendatangkan audiens dan conversion dalam jumlah besar. Efektivitas influencer tak lepas dari sifat konsumen modern yang cenderung kebal terhadap iklan. Mereka lebih suka membaca [&hellip;]","og_url":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\/","og_site_name":"Blog - Virto Office | Sewa Kantor Surabaya","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/sewakantorsurabaya\/","article_published_time":"2018-02-10T07:16:48+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":675,"url":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/PewDiePie-Featured.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dimas Luthfi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dimas Luthfi","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\/"},"author":{"name":"Dimas Luthfi","@id":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/#\/schema\/person\/deccf0f0c2bf12f50b3a9062140e3e87"},"headline":"6 Kesalahan Fatal dalam Influencer Marketing yang Wajib Kamu Hindari","datePublished":"2018-02-10T07:16:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\/"},"wordCount":1481,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/PewDiePie-Featured.jpg","articleSection":["Profesional"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\/","url":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\/","name":"6 Kesalahan Fatal dalam Influencer Marketing yang Wajib Kamu Hindari - Blog - Virto Office | Sewa Kantor Surabaya","isPartOf":{"@id":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\/#primaryimage"},"image":{"@id":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/PewDiePie-Featured.jpg","datePublished":"2018-02-10T07:16:48+00:00","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\/#primaryimage","url":"https:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/PewDiePie-Featured.jpg","contentUrl":"https:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/PewDiePie-Featured.jpg","width":1200,"height":675},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/6-kesalahan-fatal-dalam-influencer-marketing-yang-wajib-kamu-hindari\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"6 Kesalahan Fatal dalam Influencer Marketing yang Wajib Kamu Hindari"}]},{"@type":"WebSite","@id":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/#website","url":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/","name":"Blog - Virto Office | Sewa Kantor Surabaya","description":"Tips Tips Pengembangan Bisnis | Virtual Office | Meeting Room Surabaya | Virto Office","publisher":{"@id":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/#organization","name":"Virto Office","url":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/logo-png.png","contentUrl":"https:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/logo-png.png","width":272,"height":90,"caption":"Virto Office"},"image":{"@id":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["http:\/\/facebook.com\/sewakantorsurabaya\/","http:\/\/instagram.com\/virtooffice\/"]},{"@type":"Person","@id":"http:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/#\/schema\/person\/deccf0f0c2bf12f50b3a9062140e3e87","name":"Dimas Luthfi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/95901995e0f6d28257a7a3d0a9405669ba418fcb43eef2a172b0d89c98d7914f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/95901995e0f6d28257a7a3d0a9405669ba418fcb43eef2a172b0d89c98d7914f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/95901995e0f6d28257a7a3d0a9405669ba418fcb43eef2a172b0d89c98d7914f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dimas Luthfi"},"sameAs":["http:\/\/dimass.id"],"url":"https:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/author\/dimaszeal\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1421","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1421"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1421\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1423,"href":"https:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1421\/revisions\/1423"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1422"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1421"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1421"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sewakantorsurabaya.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1421"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}