Survei APJII: Penetrasi Internet di Indonesia Capai Angka 54 Persen di Tahun 2017

0
101

Ikhtisar

  • 143,26 juta jiwa penduduk di Indonesia telah menggunakan internet.
  • Mayoritas pengguna berasal dari rentang usia tiga belas hingga delapan belas tahun.
  • 57,70 persen penetrasi internet di Indonesia masih berasal dari pulau Jawa.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), baru-baru ini telah merilis laporan hasil survei mereka terhadap penetrasi pengguna internet Indonesia di tahun 2017. Survei ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana jangkauan penggunaan Internet ini melibatkan 2.500 responden yang tersebar di enam wilayah Indonesia meliputi Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Papua.

Melalui survei tersebut, pihak APJII menuliskan bahwa pertumbuhan penetrasi internet di Indonesia telah mencapai angka 54,68 persen di sepanjang tahun 2017.

Dari total 262 juta penduduk Indonesia, 143,26 juta jiwa di antaranya diperkirakan telah menggunakan internet, baik dari komputer desktop, perangkat mobile, atau dari fasilitas lainnya. Angka ini naik dari tahun 2016 di mana penetrasi internet di Indonesia baru mencakup 132,7 juta jiwa.

Berikut adalah sejumlah fakta menarik lainnya dari survei APJIII:

  • 75,5 persen pengguna internet di Indonesia berasal dari kelompok usia dari tiga belas hingga delapan belas tahun menyusul di bawahnya golongan usia sembilan belas hingga 34 tahun.
  • Dua kategori usia ini mewakili golongan populasi millennial yang rata-rata berdomisili di lingkup kawasan perkotaan.
  • Mayoritas pengguna internet menggunakan smartphone sebagai penunjang aktivitas mereka sehari-hari.

Dikutip dari siaran pers Kominfo, Sekretaris Jenderal APJII Henri Kasyfi Soemartono memaparkan bahwa penetrasi internet di wilayah urban sudah mencapai 72,41 persen sementara di wilayah rural urban (kawasan tier kedua atau semi perkotaan) hampir mencapai setengah populasi yakni 49,49 persen.

Meskipun penetrasi di wilayah urban terbilang cukup tinggi namun bagi penyelenggara jasa internet yang berada di rural area dan rural urban menggelar fiber optik ke dalam puluhan juta rumah di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah di tahun 2018.

Ke depan kita akan melengkapi kabel dengan satelit untuk menjangkau wilayah pedalaman. Yang melayani adalah seluruh anggota APJII untuk menyeimbangkan penetrasi tujuh puluh persen itu ke daerah rural dan rural urban

Henri Kasyfi Soemartono, Sekjen APJII

Penetrasi tertinggi pengguna masih dari Jawa

Penduduk dari Pulau Jawa (57,70 persen) masih mendominasi penetrasi internet tanah air, menyusul di belakangnya Sumatera (47,29 persen). Untuk wilayah yang paling sedikit mengalami penetrasi internet adalah Maluku-Papua dengan persentase 41,98 persen.

Menurut Henri, angka tersebut bisa jadi akan mengalami peningkatan di masa mendatang dengan selesainya pembangunan proyek Palapa Ring di tahun 2020.’

Sumber : Tech in Asia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here