Bagaimana Cara Menghadapi Karyawan yang Sulit Diajak Bekerja Sama?

0
332

Startup identik dengan lingkungan kerja yang tegang, keras, dan selalu bergerak cepat. Tingginya tuntutan untuk mencapai target penjualan dan pemasukan, ditambah pengukuran performa dan KPI yang kian ketat, membuat para pemimpin maupun anggota tim harus terus bekerja di bawah tekanan. Dengan kondisi seperti ini, hambatan bisa muncul dalam berbagai bentuk.

Salah satu penyebab kegagalan startup dan perusahaan kecil yang paling sering terjadi adalah adanya bentrokan di antara para anggota tim inti (termasuk co-founder). Bentrokan ini bisa karena perbedaan pendapat, karakter, latar belakang, hingga pengalaman. Sebagai pemimpin, kamu harus mengatasi masalah sebelum membesar.

Tapi di mana harus memulai dan bagaimana sebaiknya menghadapi anggota tim seperti ini?

Mulai dari akar

Temukanlah penyebab yang menjadi akar masalah. Apakah anggota tim tersebut sulit diajak bekerja sama karena sifatnya yang buruk, etos kerja yang payah, atau kurangnya kemampuan? Ingatlah bahwa konflik bisa muncul karena adanya perbedaan sudut pandang. Coba lihat sekilas gambar di bawah, apa yang kamu lihat? Jawabannya bisa sangat bervariasi di antara para anggota timmu.

Sumber Gambar: Rob Gonsalves

Sumber Gambar: Rob Gonsalves

Tetap tenang

Ketika ada anggota tim yang menanggapimu dengan pernyataan bernada negatif atau menantang, tetaplah tenang. Jangan berdebat hanya karena kamu tidak mau kalah. Kamu harus berpikiran jernih dan menanggapinya dengan rasional. Bila kamu frustrasi, anggota tim yang lain akan menyadarinya, dan ini bisa memperburuk keadaan.

Pahami lingkup dan dampak masalah

Kamu harus memahami seberapa besar lingkup masalah dan apa dampak yang akan ditimbulkannya pada perusahaanmu dan para karyawan lainnya. Apakah ini masalah yang hanya muncul sekali, atau akan berdampak pada jangka panjang? Perhatikan anggota tim yang bermasalah, kemudian pertimbangkan konsekuensi masalah tersebut. Dengan demikian kamu akan menemukan solusi yang tepat.

Mundur sejenak

Sebagai pemimpin, kamu perlu mendengar dan menerima berbagai macam pandangan. Analisis situasinya, dan tentukan apakah sikap si anggota tim bisa mendatangkan manfaat. Sebagai contoh, bisa saja “masalah” itu sebenarnya adalah sudut pandang baru yang kamu butuhkan agar bisa lepas dari solusi lama yang sudah ketinggalan zaman.

Dengarkan pendapat karyawan lain

Apakah karyawan ini juga membawa masalah pada para anggota tim yang lain? Jika memungkinkan, bertanyalah pada para kolegamu apakah mereka juga merasakan hal yang sama. Jika yang bermasalah hanya kamu dan satu orang saja, mungkin ini waktunya mengevaluasi perilakumu sendiri.

Adakan pertemuan empat mata

Ajak karyawan tersebut untuk rapat berdua sehingga kamu bisa mendengar dan mendiskusikan masalah yang ada. Beri kesempatan baginya untuk melepaskan kekesalan, kemudian dengarkan masukan yang ingin ia sampaikan untuk memperbaiki keadaan. Jika kamu tidak setuju dengan sarannya, sampaikan dalam rapat itu dan bimbinglah ia menuju solusi yang lebih baik.

Karyawan Bermasalah | Bear Fighting

Setelah mendengarkan dan mengevaluasi masalah, buat rencana bersama untuk menyelesaikannya. Jika memungkinkan, catatlah apa saja hal yang kamu pelajari selama pertemuan itu.

Beri waktu dan terus follow-up

Perubahan umumnya tidak bisa terjadi dalam semalam. Terkadang perubahan juga hanya berjalan sebentar, kemudian semua akan kembali seperti semula. Oleh karena itu penting untuk terus berkomunikasi dengan si karyawan supaya kamu bisa memantau perubahan situasinya.

Jangan menyalahkan diri sendiri

Menghadapi karyawan bermasalah bisa melelahkan dan makan banyak waktu. Jika kamu menyadari bahwa para anggota tim tidak puas dengan kepemimpinanmu, jangan menyerah! Banyak sekali materi riset tentang best practice yang bisa kamu pelajari untuk menjadi pemimpin yang lebih baik.

Itulah beberapa kiat praktis yang bisa kamu terapkan untuk menghadapi karyawan bermasalah. Bagaimana pengalaman pribadimu dalam memimpin tim dan menghadapi konflik di dalamnya? Mari berbagi cerita di kolom komentar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here