Ruangguru Perkenalkan Layanan Ruangbelajar Sebagai Alternatif Bimbel

0
241

Ikhtisar

  • Ketidaksukaan siswa ketika harus belajar di sekolah dengan metode konvensional dan mahalnya bimbel mendorong Ruangguru menghadirkan ruangbelajar yang mengusung beragam metode pembelajaran mulai video sampai infografis.

Pada tanggal 24 Oktober 2017startup pendidikan Ruangguru mengumumkan layanan terbaru mereka yakni ruangbelajar. Layanan dengan harga Rp50.000 per bulan ini memungkinkan pengguna untuk mengakses berbagai macam konten pembelajaran yang disusun secara interaktif sesuai dengan kebutuhan siswa.

Menurut Co-Founder dan Chief Product Officer Ruangguru Iman Usman, pihaknya meluncurkan layanan ruangbelajar karena menilai masalah pendidikan masih sangat kompleks. Seperti siswa yang tidak bahagia ketika datang ke sekolah karena tidak mengerti apa yang sedang mereka pelajari, hingga mahalnya biaya mengikuti kegiatan bimbingan belajar (bimbel) di luar sekolah.

Sajikan infografis hingga animasi

Ruangguru

Metode pembelajaran yang ditawarkan oleh Ruangguru juga dilakukan oleh beberapa startup pendidikan lain yang beroperasi di Indonesia seperti Kelase maupun Zenius. Lalu, bagaimana strategi Ruangguru bersaing dengan kompetitor melalui layanan ruangbelajar?

Menurut Iman, layanan ruangbelajar dibuat berbeda sejak dari pengembangan konten maupun pengemasannya. Misalnya, ruangbelajar tak hanya menyajikan video ketika menyajikan konten pelajaran kepada penggunanya. “Kami coba gunakan berbagai metode. Karena mengajar lewat video belum tentu efektif. Infografis bisa lebih bagus, atau hanya pembahasan soal saja. Metodenya banyak, ada animasi juga,” kata Iman.

Hal serupa juga dikatakan oleh Belva. Menurutnya layanan ruangbelajar mengarahkan murid seperti sedang melalui sebuah perjalanan ketika sedang mempelajari suatu topik.

read also

“Kalau orang hanya nonton video, sama saja seperti di sekolah, bosan juga. Kami lebih jauh dari itu. Setelah nonton video, ada latihan soalnya. Nonton video lagi, latihan soal lagi. Ada rangkumannya. Terstruktur dengan setiap topik dan sub topik yang ada di situ. Tidak hanya nonton video,” ujar Belva.

co-founder dan CEO Ruangguru, Belva Devara (kiri) dan co-founder dan Chief Product Officer Ruangguru, Iman Usman.

“Kami berpikir bagaimana memakai teknologi agar bisa menyajikan pembelajaran yang jauh lebih menarik bagi anak. Jadi anak suka sehingga mereka paham. Harga juga lebih murah dari bimbel di luar. Dengan harga sepersepuluh dari bimbel, bisa mendapatkan pembelajaran terbaik dari guru terbaik,” ujar Iman.

Faktor lain yang mendorong Ruangguru meluncurkan ruangbelajar karena mereka juga ingin memperluas akses pendidikan berkualitas ke berbagai daerah di Indonesia. “Karena saat ini, apalagi di kota-kota kecil, mereka tidak punya alternatif pendidikan selain di sekolahnya. Bimbel enggak bisa, tapi mereka punya internet. Teknologi adalah jawabannya. Sehingga setiap siswa memiliki akses ke guru-guru yang bagus,” jelas Co-Founder dan CEO Ruangguru, Belva Devara.

Adapun saat ini Ruangguru mengklaim telah memiliki empat juta siswa. Hingga akhir tahun 2017, Ruangguru menargetkan memiliki enam juta siswa yang bergabung dengan platform mereka. Pada tahun 2016, Ruangguru juga sudah mengenalkan layanannya ke berbagai daerah di Indonesia melalui kemitraan dengan 33 Pemerintah Provinsi dan lebih dari 305 Pemerintah kota/kabupaten.

Sumber : Tech in Asia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here