5 Strategi agar Content Marketing Tepat Sasaran

0
242

Ikhtisar

  • Hal yang perlu diingat dari cara kerja content marketing, konsumen tidak akan mengambil tindakan ketika kamu menginginkan mereka bertindak. Konsumen akan bertindak ketika mereka sudah siap. Mereka tidak membeli apa yang kamu mau mereka untuk beli, mereka akan membeli ketika mereka siap untuk membeli.
  • Mengenali pasar dan audiens, memaksimalkan kesempatan dalam membuat campaign, menentukan kelayakan dan target konten, selalu membekali diri dengan informasi dan tren terkini, serta melakukan pengujian waktu publikasi adalah strategi yang bisa kamu gunakan untuk memaksimalkan content marketing.

Beberapa waktu lalu, salah satu teman saya berencana untuk merayakan ulang tahun kekasihnya. Ia dan pacarnya — sebut saja Mawar — telah memilih sebuah kafe untuk merayakan ulang tahun Mawar, namun sayangnya keterbatasan tempat memaksa mereka untuk membatasi tamu yang datang.

Ia kemudian mengumumkan ke teman-temannya dan teman-teman Mawar, bahwa pesta tersebut membutuhkan reservasi via telepon ke dirinya. Tidak lama kemudian, reservasi mulai berdatangan, tapi tidak hanya lewat telepon. Ada yang mengirimkan email, ada yang mengirimkan pesan via WhatsApp, ada juga yang menghubungi via Facebook, dan beberapa ada yang menyampaikan secara langsung ke teman saya.

Hal ini cukup membingungkan. Teman saya menginginkan orang-orang melakukan reservasi via telepon, tetapi para undangan tidak sepenuhnya melakukan seperti yang teman saya harapkan — yakni reservasi via telepon. Teman saya mau tidak mau harus menerima cara reservasi yang menurut orang-orang nyaman untuk mereka.

Membuat Konten | Frustrasi

Sumber: Pexels

Seperti inilah content marketing bekerja. Konsumen tidak akan mengambil tindakan ketika kamu menginginkan mereka bertindak. Konsumen akan bertindak ketika mereka sudah siap.

Mereka tidak membeli apa yang kamu mau mereka untuk beli, mereka akan membeli ketika mereka siap untuk membeli. Sama halnya dengan cara mereka mengonsumsi konten. Mereka tidak akan membaca artikel terbarumu karena baru saja dipublikasikan — harus ada konten yang tepat, untuk orang yang tepat, dan pada waktu yang tepat.

Sebagai seorang content marketer, pekerjaanmu adalah untuk meyakinkan kembali bahwa konten yang kamu buat berada tepat di hadapan audiens yang tepat, di waktu yang tepat.

Tetapi pertanyaannya, bagaimana kamu dapat membuat konten sambil mencapai tiga hal tersebut secara sekaligus? Untuk membantumu, saya telah menyusun lima tip menarik untuk membantumu berpikir lebih strategis ketika sedang membuat konten untuk audiens tertentu dan bagaimana pemilihan waktu yang tepat akan membantu kesuksesan konten tersebut.


Kenali pasar dan audiens sebelum membuat konten

Membuat Konten | Ketahui Market

Sumber: Pexels

Memahami siapa audiens yang kamu bidik adalah langkah pertama untuk menjamin sebuah konten agar dapat dikonsumsi oleh audiens yang tepat dan meraih tujuannya — seperti brand awareness, peningkatan traffic, dan conversion, atau membangun tautan berkualitas untuk meningkatkan peringkatmu di mesin pencari.

Kebanyakan bisnis akan merekam data dari pembeli dan pengguna di masa lalu untuk meramalkan gambaran konsumen potensial di masa depan. Kamu dapat mengumpulkan data untuk para konsumen potensial ini lewat media sosial.

Facebook Audience Insights adalah sebuah tool yang dapat membantumu memudahkan proses ini. Tool tersebut akan memungkinkanmu untuk melihat demografis dari sebuah audiens, jenis kelamin, status hubungan, ketertarikan audiens terhadap subjek tertentu, pekerjaan, dan lain-lain. Facebook Audience Insights juga dapat mengetahui kapan audiens mengakses Facebook mereka dan seberapa sering mereka mengeceknya.

Gunakan kesempatan untuk melakukan campaign

Membuat Konten | Campaign

Sumber: Pexels

Ada banyak sekali cara untuk sebuah bisnis berinvestasi dalam content marketing. Untuk memulai upaya tersebut, berikut ini adalah beberapa contoh yang dapat kamu terapkan:

  • Memberikan brand sebuah kepribadian
  • Terlibat aktifitas dengan audiens
  • Meningkatkan peringkat di mesin pencari
  • Meningkatkan brand awareness
  • Membangun domain authority
  • Meningkatkan traffic dan konversi

Untuk membentuk strategimu, pikirkan kembali konten yang akan kamu produksi dan apa saja dari poin-poin di atas yang ingin kamu raih. Sebagai contoh, apabila kamu ingin agar traffic pada sebuah halaman produk tertentu meningkat, kamu mungkin ingin membuat promosi di medsos yang tautannya mengarah kepada halaman tersebut. Ketika sedang membuat konten, pikirkan bagaimana konten tersebut agar cocok dengan promosi dan campaign yang sedang kamu jalankan.

Satu cara lagi yang dapat kamu gunakan untuk memperkuat strategi content marketing yang sedang kamu jalankan adalah dengan membuat kalender konten. Kalender konten ini akan berisi berbagai konten yang akan kamu kerjakan, tanggal peluncuran campaign, serta kegiatan-kegiatan lain yang harus diketahui tim di saat kamu sedang merencanakan dan membuat konten.

Sebagai contoh, apabila bisnismu bergerak di bidang pariwisata, kamu harus mencari tahu kapan kegiatan pariwisata lokal akan diadakan. Sertakan juga hari libur nasional dan berbagai perayaan seperti HUT RI, Earth Hour, dan perayaan lainnya yang dapat mempengaruhi audiensmu.

Yang terakhir, jangan lupakan memasukkan hari-hari di mana kamu menjalankan berbagai kegiatan marketing dan promosi dari bisnismu.

Cari tahu bagaimana konten yang tepat dan layak bagi audiens

Membuat Konten | Ketahui Konten

Sumber: Pexels

Kini kamu telah mengetahui kepada siapa kamu berbicara dan apa yang ingin kamu capai dalam upayamu membuat konten. Kini saatnya kamu memikirkan tentang tipe konten seperti apa yang tepat serta layak untuk dikonsumsi oleh audiens.

Apa mereka menginginkan giveaway atau hal-hal yang sifatnya gratis dari website kamu? Bagaimana dengan blog post yang telah kamu buat? Apa yang mereka inginkan, ulasan yang panjang atau yang singkat dan padat? Apakah konten yang kamu buat menjawab kebutuhan audiens? Bagaimana dengan konten-konten visual seperti infografis? Strategi seperti apa yang akan kamu terapkan dalam konten lain seperti audio, video, serta konten interaktif lainnya?

Untuk memfasilitasi kebutuhan audiens, kamu harus memadukan beberapa tipe konten. Anggap website yang kamu miliki adalah sebuah majalah atau koran, yang memiliki berbagai jenis konten yang dapat dipilih oleh audiens untuk dikonsumsi.

Terus ketahui informasi terkini

Membuat Konten | Tetap Terkini

Sumber: Pexels

Untuk menjaga agar bisnis kamu tetap relevan dengan kondisi sehari-hari audiens, sangat disarankan untuk kamu mengecek secara rutin situs berita dan blog yang berhubungan dengan industri bisnismu.

Beberapa tool seperti BuzzSumo dan Google Trends juga dapat menjadi pilihan utama untuk mencari topik terbaik yang relevan dengan bisnismu — dan menggunakan topik tersebut untuk konten yang akan kamu buat.

Tim konten harus menggunakan informasi yang tersedia ini untuk menghadirkan perspektif yang berbeda dan segar. Juga yang terpenting lagi, penggunaan informasi ini harus tepat waktu  agar tetap relevan dengan konteks yang sedang terjadi.

Apabila kamu mulai melihat sebuah topik yang sedang hangat dibicarakan, kamu harus bertindak cepat untuk menghindari informasi tersebut menjadi “basi”. Semakin cepat kamu membuat konten tersebut, akan semakin baik.

Ujikan waktu unggah dari konten yang kamu buat

Membuat Konten | Kalender Medsos

Sumber: Pexels

Banyak sekali penelitian di internet tentang penentuan waktu terbaik untuk kamu mengunggah konten di media sosial, email, blog, dan lain-lain. Walaupun kamu selalu dapat menentukan waktu yang terbaik untukmu, berikut ini adalah beberapa hasil penelitian yang dapat kamu gunakan dalam menentukan waktu yang tepat untuk mengunggah konten:

  • Facebook. Sebuah penelitian oleh Buffer tentang algoritme News Feed Facebook menemukan bahwa tingkat engagement pengguna lebih tinggi 18 persen pada hari Kamis dan Jumat serta 32 persen lebih tinggi pada akhir pekan. Waktu terbaik untuk konten cukup bervariasi, mulai dari pukul 1 siang untuk mendapatkan share yang paling banyak, hingga pukul 3 sore untuk mendapatkan lebih banyak klik. Secara umum, sore hari adalah waktu yang paling tepat untuk mengunggah konten ke media sosial.
  • Twitter. Sebuah studi yang dilakukan oleh Twitter menunjukkan bahwa pengguna lebih ramai beraktivitas 181 persen lebih banyak dari biasanya ketika sedang berangkat dari rumah ke sekolah atau kantor dan sebaliknya. Sementara sebuah studi dari Buffer menyarankan bahwa waktu terbaik untuk mengunggah konten ke media sosial justru pada dini hari, di mana konten yang diunggah ke media sosial pada pukul 2 hingga 3 dini hari akan mendapatkan klik lebih banyak dari waktu lain.
  • Email. Menurut MailChimp, Waktu terbaik untuk mengirimkan newsletter kepada audiens adalah mulai pukul 8 pagi hingga 11 siang, dan pukul 12 siang hingga pukul 2 siang. Pada rentang waktu tersebut kamu berpeluang besar mendapatkan respons terbaik dari audiens.
  • Blog post. Menurut penelitian yang dilakukan TrackMaven, waktu terbaik untuk mengunggah artikel baru pada blog kamu adalah pada pukul 3 sore, karena tidak banyak publikasi yang mengunggah artikel pada waktu tersebut, sementara jumlah rata-rata audiens yang membagikan konten cukup banyak. Sementara hari terbaik untuk mengunggah konten adalah hari Minggu, karena jumlah rata-rata audiens yang membagikan konten terbilang tinggi.

Content marketer yang baik adalah mereka yang mampu membuat konten yang diinginkan oleh audiens. Tetapi bahkan mereka yang terbaik pun terkadang kesulitan untuk menghadirkan konten untuk audiens yang tepat di waktu yang tepat.

Dengan mengetahui apa yang dipikirkan dan dilakukan oleh audiens, kamu akan mampu untuk membuat sebuah struktur konten yang menyajikan pengalaman terbaik untuk audiens.

Apa kamu memiliki usulan lain yang akan membantu proses pembuatan konten yang tepat? Bagikan kepada kami pada kolom di bawah ini!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here