4 Cara Membangun Komunitas yang Loyal seperti Google Local Guide

0
1894

Pada Maret 2018 lalu, Google menghadirkan tiga fitur baru dalam layanan Google Maps di Indonesia untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi lalu lintas. Fitur tersebut adalah:

  • Rute Khusus Motor. Pengendara sepeda motor dapat menggunakan fitur Rute Khusus Motor guna mendapatkan rekomendasi jalur-jalur khusus yang tidak memungkinkan untuk dilalui oleh mobil
  • Car Free Day. Memberikan opsi rute berbeda jika kemungkinan kamu melewati jalan di mana Car Free Day dilaksanakan.
  • Sistem Ganjil/Genap. Cukup memilih opsi ganjil atau genap dalam aplikasi Google Maps dan kamu akan memberikan rute yang dapat dilalui oleh kendaraan dengan pelat kendaraan ganjil atau genap.

Salah satu pihak yang turut berperan dalam kehadiran ketiga fitur tersebut adalah komunitas Local Guide Indonesia. Komunitas tersebut merupakan kelompok yang melakukan aktivitas berbagi ulasan, foto, video, dan tempat baru yang belum terdata di Google Maps.

Local Guides | Photo

Local Guide berbagi ulasan, foto, video, dan tempat-tempat yang belum terdata di Google Maps. (Sumber gambar: Local Guides Connect)

Vice President Product Management Google Maps Dane Glasgow menjelaskan bahwa saat ini Indonesia termasuk dalam lima besar negara dengan jumlah Local Guide terbanyak di dunia. Bahkan, Jakarta merupakan kota yang memiliki Local Guide Google terbanyak di dunia.

Sudah lebih dari 140 juta informasi yang diberikan Local Guide dari Indonesia.

Dane Glasgow, Vice President Product Management Google Maps

Komunitas yang digagas pada tahun 2016 ini dapat saling terhubung dan berinteraksi melalui laman Local Guides Connect. Dalam laman tersebut komunitas dapat berbagi penemuan terbaru, berbagi tip, dan berdiskusi dengan Local Guide di seluruh dunia.

Laman tersebut juga menampilkan jumlah pengguna aktif komunitas ini, yang telah mencapai lebih dari 600.000 kontributor di seluruh dunia, dengan total lebih dari 83.000 diskusi per April 2018.

Local Guides Poin Contributions | Photo

Poin yang Local Guides dapatkan sesuai dengan keaktifan mereka memberi kontribusi pada Google Maps (Sumber gambar: Local Guides Connect)

Manfaat dari membantu Google

Anggota Local Guide yang memberi kontribusi berupa foto, video, ulasan tempat, atau lokasi baru yang belum terdata di Google Maps akan mendapatkan poin dari Google yang disesuaikan dengan keaktifannya. Makin berkualitas kontribusi yang diberikan, makin tinggi level yang dicapai anggota komunitas.

Sebagai apresiasi, Google memberikan penghargaan yang bisa terlaksana berkat kerja sama dengan para partner Google Maps. Reward ini tidak memiliki periode tetap, tergantung seberapa aktif anggota memberikan kontribusi.

Penghargaan tertinggi yang bisa diraih adalah kesempatan mengunjungi kantor pusat Google di Mountain View, San Francisco, bersama para Local Guide di seluruh dunia.

Build Community | Photo

Komunitas berperan dalam perkembangan perusahaan (Sumber gambar: Stephendale)

Komunitas sebagai penghubung bisnis dengan pelanggan

Local Guide dapat menjadi contoh bagaimana komunitas berperan dalam perkembangan perusahaan. Google mendorong masyarakat yang memiliki ketertarikan sama untuk saling berbagi, sambil memantik simpati dengan memajukan daerah sekitar sebagai dasar aktivitas kontribusi masing-masing.

Memiliki komunitas seperti Local Guide dapat membantu pengembangan bisnis dengan berbagai cara. Di antaranya adalah:

  • Mengurangi biaya layanan pelanggan,
  • Meningkatkan retensi pelanggan, dan
  • Memperoleh umpan balik pada ide dan produk baru.

Komunitas merupakan media bagi bisnis untuk tetap terhubung dengan pelanggan, terutama dalam membangun otoritas.

Community | Photo

Komunitas merupakan media bagi perusahaan untuk membangun otoritas | Sumber gambar: Alliance Scotland

Cara membangun komunitas yang loyal

Untuk membangun komunitas butuh waktu dan usaha yang besar. Menurut Seth Godin, penulis dan ahli pemasaran, sebuah perusahaan atau bisnis tak perlu memiliki omzet miliaran rupiah untuk memiliki komunitas. Kamu hanya perlu seribu penggemar sejati.

Syedh Balkhi, pengusaha muda peraih penghargaan Top 100 Entrepreneur Under the Age of 30 dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, menjelaskan empat cara memulai dan mengembangkan komunitasmu sendiri:

Rencanakan bagaimana kamu akan memberdayakan pelanggan

Kamu perlu menyediakan ruang bagi komunitas, di mana mereka dapat

  • Saling terhubung.
  • Mengajukan pertanyaan.
  • Memecahkan masalah.
  • Berbagi ide satu sama lain.

Sebelum membangun komunitas, tanyakan pada dirimu sendiri bagaimana kamu akan menggunakan mereka untuk memberdayakan pelanggan atau pengguna.

LEGO | Photo

LEGO memberdayakan pelanggan untuk berbagi ide tentang model mainan baru dengan hadiah menarik. | Sumber gambar: LEGO

LEGO, perusahaan pembuat mainan yang terkenal di dunia, menggunakan komunitasnya untuk mendorong pelanggan dan penggemar berbagi ide tentang model mainan baru. Dorongan tersebut mereka lakukan melalui kontes dengan hadiah-hadiah menarik.

Pilih platform yang tepat

Sebagian bisnis yang populer memiliki situr web komunitas sendiri. Namun bila bisnismu baru berkembang, kamu dapat menggunakan media sosial sebagai langkah awal untuk memudahkan pelanggan bergabung.

Kuncinya adalah memilih platform yang tepat bagi pengguna atau pelanggan. Seperti yang dilakukan Young on Top, sebuah media inspirasi bagi generasi muda Indonesia, yang menggunakan aplikasi Telegram sebagai wadah bagi program Connext Membership untuk mengembagkan ilmu melalui platform digital.

Connext Member | Photo

Connext Member adalah kelompok yang digagas Young on Top di mana pemuda dapat berbagi dan mendapatkan ilmu seputar pengembagan diri dan digital marketing | Sumber gambar: Young on Top

Melalui Connext Member, Young on Top menghubungkan generasi muda Indonesia dengan berbagai manfaat, baik dalam networking ataupun online mentoring melalui Telegram. Hal ini menciptakan komunikasi ekslusif untuk pelanggan dan melalui aplikasi Telegram mereka dapat berbagi informasi satu-sama lain

Berikan manfaat dan terlibat langsung dengan anggota komunitas

Pastikan untuk memberi para pelanggan alasan untuk bergabung dengan komunitas. Kamu dapat berbagi kiat dan melakukan penawaran tertentu sesuai bisnis yang kamu jalani. Kamu juga dapat memberi kebebasan mereka mengambil kendali dan menggunakan wadah tersebut untuk berdiskusi sendiri tentang bisnismu.

Komunitas BukaLapak | Photo

Melalui komunitas, BukaLapak memberikan manfaat dan terlibat langsung dengan anggota komunitas. (Sumber gambar: BukaLapak)

Misal Komunitas BukaLapak yang memberi ruang bagi para pelapak dan pembeli untuk saling berdiskusi, berbagi pengalaman, serta belajar mengenai tip dan trik dalam jual beli online. BukaLapak menggagas perkumpulan tersebut dengan klaim hadir atas dasar memiliki, serta menjadi wadah interaksi secara langsung sesama anggota dengan tekad untuk maju dan sukses bersama.

Penghargaan untuk pelanggan setia

Keberhasilan komunitas tergantung pada bagaimana kamu mempertahankan keaktifan dan menghibur para anggotanya. Menghargai loyalitas adalah cara yang baik untuk menunjukkan betapa kamu menghargai kesetiaan dan keanggotaan mereka.

GrabReward | Photo

GrabReward adalah upaya Grab untuk memberikan penghargaan bagi pelanggan setia mereka

Seperti langkah Grab yang menghadirkan GrabReward bagi pengguna yang telah menggunakan jasa transportasi mereka secara loyal. Reward tersebut berupa poin yang dapat ditukar dengan diskon di sejumlah merchant rekanan Grab.

Selain itu, membagikan giveaway atau memberi voucer tertentu adalah cara yang baik untuk menghargai pelanggan. Langkah sederhana seperti menyebut nama anggota komunitas dalam konten media sosial atau mengakui ide-ide mereka sudah lebih dari cukup untuk mendapatkan hati.

read also

Kunci dari langkah ini adalah bagaimana interaksi kamu dengan para pelanggan, anggap mereka sebagai penggemarmu. Setelah komunitas benar-benar terlibat dengan produk atau jasa kamu, mereka akan mempromosikan bisnismu pada lebih banyak orang.

Sumber : Tech in Asia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here